Tuesday, October 20, 2009

Bahaya MRSA


Chicago,Sebelum terkena bakteri MRSA, Tanya adalah seorang koki profesional yang sangat menikmati hidupnya. Hidupnya berubah 180 derajat pada Maret 2007 ketika Tanya yang berusia 30-an tahun meregang nyawa melawan MRSA.

Awalnya, Tanya sedang memotong seledri dan tanpa sengaja jarinya
terluka. Saat itu Tanya berpikir kecelakaan kecil itu adalah hal
biasa, dia hanya membersihkan luka dengan alkohol dan memplesternya
dan kemudian bekerja lagi.

Keanehan terjadi setelah beberapa jam, saat mengangkat panci dirinya
merasakan nyeri yang teramat sangat. Sembilan jam kemudian rasa sakit
itu semakin parah dan dia memutuskan ke rumah sakit. Saat di rumah
sakit Tanya diberi pil dan oleh dokter diminta istirahat di rumah.
Tapi malam hari suhunya melonjak tinggi dia merasakan ada yang tidak
beres dari luka kecil saat memotong seledri. Ternyata bakteri MRSA
telah masuk dan bergerak cepat menggerogoti dagingnya.

Dalam waktu 60 jam jarinya habis dimakan bakteri. Tanya tertular
bakteri pemakan daging dan 9 dokter harus bekerja mati-matian untuk
menyelamatkan hidupnya. Para dokter menyaksikan bagaimana bakteri
mematikan itu melompat dari lengan ke dadanya tepat di depan mata mereka.

Dokter mengamputasi lengan dan bahu kanan, tapi kemudian menyadari
bakteri itu telah menyebar ke payudara kanan. Dokter bedah memutuskan
untuk melakukan pengangkatan penuh karena itu adalah satu-satunya
cara untuk menyelamatkan hidup Tanya.

Beruntung Tanya masih bisa hidup meski dokter harus mengoperasi 9
kilogram daging dan otot untuk membersihkan tubuh dari bakteri. Kini
yang tersisa di tubuh Tanya tidak lebih dari lapisan tipis kulit
untuk melindungi tulang rusuknya dan paru kanan.

"Bahkan cocokan peniti bisa langsung ke paru-paru dan aku bisa mati,"
kata Tanya memperlihatkan rangka tulangnya seperti dikutip dari
doctoroz.com, Kamis (1/10/2009).

Penyakit MRSA masih terdengar asing di telinga masyarakat Indonesia.
Tapi di AS, sudah menyebabkan 19.000 orang meninggal karena
terinfeksi bakteri ini. Seperti apa penyakit MRSA?

MRSA atau methicillin- resistant Staphylococcus aureus adalah salah
satu tipe bakteri Staphylococcus yang ditemukan pada kulit dan hidung
yang kebal terhadap antibiotik.

Setiap tahunnya lebih dari 90.000 warga Amerika Serikat berpotensi
terinfeksi bakteri ini. Jumlah kematian akibat infeksi bakteri MRSA
lebih banyak dibandingkan dengan angka kematian akibat AIDS.

Saat ini diketahui ada dua tipe dari MRSA seperti dikutip dari
Stopmrsanow, Kamis (1/10/2009), yaitu: Healthcare-Associat ed
(HA-MRSA) yang biasanya ditemukan di rumah sakit dan tempat-tempat
kesehatan lainnya. Serta Community-Associate d (CA-MRSA) yang
baru-baru ini ditemukan penyebarannya pada tempat-tempat umum seperti
tempat fitnes, tempat penyimpanan barang (loker), sekolah dan
perabotan rumah tangga.

Bakteri MRSA biasanya menginfeksi orang atau anak-anak yang memiliki
daya tahan tubuh yang lemah, jika daya tahan tubuhnya tinggi tidak
akan menimbulkan gejala apapun. Bakteri yang dibawa oleh orang
tersebut bisa berpindah ke orang lain dan menyebar dengan mudah
melalui kontak kulit dan menyentuh barang yang sudah terkontaminasi.

MRSA sama seperti bakteri Staphylococcus lainnya, yang terlihat
seperti infeksi kulit, jerawat, ruam, bisul atau gigitan laba-laba.

Infeksi ini biasanya menyakitkan, merah dan bengkak. Infeksi ini bisa
dengan cepat masuk ke dalam tubuh, menimbulkan bengkak yang
menyakitkan. Bakteri ini dapat menembus ke dalam tubuh sehingga
berpotensi menyebabkan infeksi pada tulang, sendi, luka bedah, aliran
darah, jantung dan paru-paru yang bisa mengancam jiwa.

Infeksi MRSA lebih sering menyebar di masyarakat, bahkan diantara
anak-anak dan orang dewasa yang sehat sekalipun. Karena bakteri ini
bisa menyebar dalam jarak yang dekat.

Untuk itu ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mencegah
terinfeksi bakteri MRSA ini, yaitu:
1. Cuci tangan sesering mungkin dengan sabun dan air hangat minimal selama 15 detik.
2. Tutup luka pada kulit dengan perban yang bersih sampai sembuh.
3. Jangan berbagi barang pribadi dengan orang lain, terutama barang yang berhubungan dengan kontak kulit seperti handuk atau pisau cukur.
4. Cuci barang dengan menggunakan desinfektan (1 sendok makan desinfektan dilarutkan dalam 1 liter air).
5. Pastikan menggunakan kain yang bersih untuk menyekanya.
6. Jika Anda berpikir bahwa Anda atau siapa pun dalam keluarga memiliki kemungkinan terinfeksi MRSA, segera hubungi ahli kesehatan. Terutama jika infeksi besar, menyakitkan, hangat jika disentuh atau tidak sembuh-sembuh dengan sendirinya.

sumber : forum dokter umum
...selengkapnya “Bahaya MRSA”

Awas Bahaya Handphone


Ada 6 kebiasaan buruk pemakaian handphone yang merugikan kesehatan
> meliputi :
>
> 1. Bagi mereka yang fungsi jantung tidak sempurna sebaiknya tidak
> menggantungkan handphone di dada. Handphone yang sering digantung di
> pinggang atau sisi perut, akan memengaruhi fungsi kesuburan. Cara yang
> lebih aman dan sehat, adalah simpan di dalam tas yang dibawa serta.
>
> 2. Ketika menelepon dan belum tersambung, radiasi akan bertambah kuat,
> maka sebaiknya jauhkan handphone dari bagian kepala, selang 5 detik
> kemudian baru ditempelkan kembali ke telinga.
>
> 3. Dalam keadaan sinyal yang agak lemah, handphone akan meningkatkan
> daya luncur gelombang elektromagnetnya secara otomatis, sehingga
> intensitas radiasi bertambah kuat. Dengan menempelkan ke telinga, maka
> radiasi yang dialami bagian kepala akan berlipat ganda.
>
> 4. Tidak baik berhubungan telepon terlalu lama, jika memang demikian
> gunakan saja telepon tetap atau memakai alat pendengar, jika terpaksa
> harus berhubungan dalam jangka waktu lama, mendengar secara bergantian
> di telinga kiri kanan setiap 1-2 menit.
>
> 5. Dengan bersembunyi di sudut bangunan, penutupan sinyal di sudut
> bangunan tidak begitu baik, sehingga dengan demikian dapat menyebabkan
> daya radiasi handphone dalam sudut tertentu bertambah besar.
>
> 6. Ketika menelepon, selalu bergerak ke sana ke mari, namun, tidak
> sadar kalau menggerakkan posisi dapat menyebabkan ketidakstabilan
> sinyal yang diterima yang dapat menyebabkan terjadinya luncuran daya
> tinggi dalam waktu singkat yang tidak diperlukan.
>
> Selain itu, 8 tipe orang berikut ini sebaiknya kurangi memakai hp :
> penderita epilepsi, jantung, lemah saraf , katarak, diabetes, wanita
> hamil , yang sedang menyusui, anak-anak remaja serta orang tua yang
> berusia lebih dari 60 tahun.
> Sumber : Majalah T&t
...selengkapnya “Awas Bahaya Handphone”

Sunday, September 13, 2009

Bakteri Mulai Tak Takut Antibiotik

Jakarta, Pasien yang mengonsumsi antibiotik yang diresepkan dokter banyak yang tidak bisa langsung sembuh sakitnya. Bukan obatnya yang salah tapi memang kini ditemukan bakteri mulai tak takut terhadap antibiotik.�

Orang awam umumnya percaya jika antibiotik yang diminum sudah tidak manjur itu karena badannya sudah resisten akibat pola konsumsi antibiotik di masa lalu tidak pernah dihabiskan.

Tapi peneliti dari New York University menemukan tidak mempannya pasien terhadap antibiotik karena bakteri mulai kebal saat si bakteri memproduksi enzim oksida nitrat.

Peneliti mengatakan bahwa bakteri menghasilkan beberapa produksi enzim oksida nitrat sehingga kebal dengan antibiotik. Enzim tersebut menghambat mekanisme pertahanan yang diberikan oleh antibiotik dalam melawan infeksi yang berbahaya.

"Perkembangan obat terbaru untuk melawan bakteri yang resistan terhadap antibiotik seperti MRSA menjadi rintangan yang besar, karena dihubungkan dengan pengeluaran yang besar dan isu keamanan," ujar Evgeny Nudler dari NYU Langone Medical Center, seperti dikutip dari Newsdaily, Minggu (13/9/2009).

Nudler dan tim menemukan bahwa banyak antibiotik bisa membunuh bakteri melalui produksi partikel berbahaya yang dikenal sebagai spesies oksigen reaktif, atau dengan kata lain disebut oxidative stress.

"Antibiotik yang masuk ke tubuh menyebabkan bakteri memproduksi oksigen reaktif yang banyak, sehingga merusak DNA serta bakteri tidak bisa bertahan hidup dan akhirnya mati," lanjut Nudler.

Peneliti menemukan bahwa oksida nitrat bisa melindungi bakteri melawan oxidative stress. Bakteri memproduksi oksida nitrat agar bisa resistan atau kebal terhadap antibiotik. Mekanisme pertahanan ini bisa diaplikaskan secara luas pada berbagai jenis antibiotik, sehingga satu bakteri bisa kebal terhadap berbagai macam antibiotik yang dikonsumsi.

Saat ini banyak perusahaan farmasi mulai melakukan pengujian terhadap berbagai komposisi untuk menurunkan jumlah oksida nitrat yang disebut dengan senyawa oksida nitrat sintase. Senyawa ini nantinya bertindak sebagai inhibitor dan digunakan sebagai obat anti peradangan.

Peneliti berharap dengan adanya senyawa ini bisa digunakan untuk mengurangi jumlah oksida nitrat yang dihasilkan oleh bakteri, serta mengurangi kemampuan bakteri untuk melawan antibiotik. Ini berarti peneliti tidak perlu mencari antibiotik yang baru lagi.

sumber : lihat disini
...selengkapnya “Bakteri Mulai Tak Takut Antibiotik”

Thursday, August 13, 2009

Susu Kambing sebagai Alternatif Penolong Bayi Alergi Susu Sapi

Susu kambing banyak direkomendasikan sebagai bahan substitusi bagi bayi, anak, dan orang dewasa yang alergi terhadap susu sapi ataupun berbagai jenis makanan lainnya. Pada bayi, alergi terhadap susu sapi (cow milk allergy) banyak dijumpai, akan tetapi mekanisme terjadinya alergi masih belum jelas. Bagi bayi yang alergi terhadap susu sapi jika diberikan susu sapi terus-menerus akan menyebabkan reaksi pembesaran lamina propia dan peningkatan permeabilitas molekur makro dan aktivitas elektrogenik lapisan epitel.Gejala alergi terhadap protein susu biasanya timbul pada bayi yang berumur dua sampai empat minggu, dan gejalanya akan semakin jelas pada saat bayi berumur enam bulan. Bagian tubuh yang terserang alergi ini adalah saluran pencernaan, saluran pernapasan, dan kulit.Gejala patologis yang terlihat pada bayi yang alergi terhadap susu sapi di antaranya iritasi usus halus, lambat pertambahan bobot badannya, volume feces yang berlebihan, dan bau yang khas. Akan tetapi, perlu diingat bahwa sering kali gejala ini dicampuradukkan dengan gejala tidak tolerannya seseorang terhadap laktose (lactose intolerance).Kelebihan susu kambing
Susu kambing dilaporkan telah banyak digunakan sebagai susu pengganti susu sapi ataupun bahan pembuatan makanan bagi bayi-bayi yang alergi terhadap susu sapi. Alergi pada saluran pencernakan bayi dilaporkan dapat berangsur-angsur disembuhkan setelah diberi susu kambing.
Dilaporkan bahwa sekitar 40 persen pasien yang alergi terhadap protein susu sapi memiliki toleransi yang baik terhadap susu kambing. Pasien tersebut kemungkinan besar sensitif terhadap lactoglobulin yang terkandung pada susu bangsa sapi tertentu.Diduga protein susu (-lactogloglobulin yang paling bertanggung jawab terhadap kejadian alergi protein susu.Susu kedelai sering pula digunakan sebagai salah satu alternatif pengganti susu sapi bagi bayi yang alergi terhadap susu sapi.Susu kambing mengandung lebih banyak asam lemak berantai pendek dan sedang (C4:0-C12:0) jika dibandingkan dengan susu sapi. Perbedaan ini diduga menyebabkan susu kambing lebih mudah dicerna. Ukuran butiran lemak susu kambing lebih kecil jika dibandingkan dengan susu sapi atau susu lainnya.Dari hasil penelitian Mack pada tahun 1953 disimpulkan bahwa kelompok anak yang diberi susu kambing memiliki bobot badan, mineralisasi kerangka, kepadatan tulang, vitamin A plasma darah, kalsium, tiamin, riboflavin, niacin, dan konsentrasi hemogloninnya yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan kelompok anak yang diberi susu sapi. Disamping itu, susu kambing memiliki kapasitas bufer yang lebih baik, sehingga bermanfaat bagi penderita gangguan pencernaan.Kandungan folic acid dan Vitamin B12 yang rendah merupakan kelemahan susu kambing. Selain kelemahan ini, susu kambing dapat dikatakan merupakan makanan yang sempurna. Komposisi dan struktur lemak susu kambing dan sapi memiliki perbedaan. Butiran lemak susu kambing berukuran 2 mikrometer, sementara lemak susu sapi berukuran 2,5 - 3,5 mikrometer.Susu sapi dibuat homogen dengan perlakuan mekanis. hal itu menyebabkan ikatan lemak susu sapi dipecahkan dan enzim yang terikat di dalamnya, oksida santin (xanthine oxidase) memasuki dinding pembuluh darah dan ikut dalam aliran darah. Enzim itu dapat memengaruhi jantung dan saluran arteri.Akan lain kejadiannya jika susu sapi tetap dalam kondisi alami yaitu tidak homogen (unhomogenized). Dengan demikian enzim oksida santin tidak terurai dan dikeluarkan dari tubuh tanpa diserap.Perbedaan lain adalah susu sapi memiliki banyak lemak dengan rantai asam lemak pendek. Lantas kandungan eter gliserol (glycerol ethers) pada susu kambing jauh lebih banyak dibandingkan susu sapi. Kandungan unsur itu sangat bermanfat bagi bayi dibandingkan susu formula asal sapi.Susu kambing juga mengandung lebih sedikit asam orotic yang akan berpengaruh baik bagi pencegahan sindrom pelemakan hati. Baik susu sapi dan susu kambing memiliki tingkat keasaman dengan pH antara 6,4 - 6,7. Kandungan protein susu kambing dan sapi relatif sama, meski unsur (alfa-s-1-) kasein pada susu sapi tidak ada pada susu kambing. Sementara vitamin A susu kambing lebih banyak, demikian pula dengan Vitamin B, terutama riboflavin dan niacin, meski harus diakui kandungan vitamin B6 dan B12 pada susu sapi jauh lebih banyak. Susu kambing juga kaya kandungan mineral, kalsium, potasium, magnesium, fosfor, klorin dan mangan. Kandungan unsur sodium, besi, sulfur, seng dan molibdenum lebih rendah.Kandungan enzim ribonuklease, alkaline phosphatase, lipase dan xanthine oxidase pada susu kambing juga lebih rendah.Memang, susu kambing tidak akan pernah menggantikan kesuksesan komersial susu sapi. Tapi susu kambing sangat bermanfaat sebagai pangan alternatif pada anak-anak, penderita sakit karena sifatnya mudah dicerna.Susu kambing juga bisa diolah menjadi berbagai produk, mulai dari minuman, makanan hingga kosmetika. Campuran susu kambing, minyak olive, kelapa, kedelai, bubuk cokelat dan sodium hidroksida merupakan bahan sabun yang lembut, sekaligus menjaga kelembaban kulit.Susu kambing juga menjadi bahan pembuatan cairan pelembab (lotion), lipstik dan garam untuk mandi.Bagi penderita eksim, jerawat atau kulit peka, sabun dari bahan susu kambing bisa membantu mengatasi persoalannya.Dr Ir Ronny Rachman Noor MRur Sc Laboratorium Pemuliaan dan Genetika Ternak Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor.

Gejala klinis seperti ini akan hilang jika bayi tersebut diberikan makanan bebas susu sapi. Jadi, potensi susu kambing sebagai pengganti susu sapi pada bayi ataupun pasien yang alergi terhadap susu sapi sangatlah besar.

Gejala-gejala yang tampak akibat alergi terhadap protein susu di antaranya muntah, diare, penyerapan nutrisi yang kurang sempurna, asma, bronkitis, migren, dan hipersensitif.

Walaupun demikian, masih terdapat sekitar 20 persen-50 persen dari bayi-bayi yang diteliti memperlihatkan gejala tidak toleran terhadap susu kedelai. Oleh sebab itu, susu kambing bubuk lebih direkomendasikan untuk susu bayi. Panas yang digunakan selama proses pengolahan susu mengurangi reaksi alergi. Denaturasi panas merubah struktur dasar protein dengan cara menurunkan tingkatan alerginya.

Sebagai gambaran ukuran butiran lemak susu kambing, sapi, kerbau, dan domba bertutur-turut adalah: 3,49, 4,55, 5,92, dan 3,30 mm.

Dengan ukuran lemak lebih kecil, susu kambing lebih cepat terdispersi dan campurannya lebih homogen (merata). Akibatnya, tubuh dirangsang melepaskan kolesterol ke dalam darah sebagai bentuk pertahanan terhadap materi lemak. Kejadian itu dapat menyebabkan arteriosklerosis (pengapuran pembuluh nadi).

Dibandingkan sabun biasa yang menyebabkan kulit kering, susu kambing yang diproses menjadi sabun secara manual pada suhu dingin bisa mempertahan kandungan alami gliserin yang baik bagi kulit.

Bila ada yang berminat hubungi : adistira@gmail.com
...selengkapnya “Susu Kambing sebagai Alternatif Penolong Bayi Alergi Susu Sapi”

Monday, August 10, 2009

Dari Mana Munculnya Ingus?


Saat orang terkena flu pasti merasa tidak nyaman dengan hidungnya karena hidung menjadi berlendir atau ingusan. Tapi ingus terbentuk bukan hanya saat flu saja, tapi juga dipengaruhi oleh beberapa sebab. Mau tahu apa saja yang menyebabkan ingus?

Ingus umumnya dihasilkan oleh lapisan sel pada saluran sinus. Rata-rata tubuh memproduksi 1-2 liter ingus per hari. Ini untuk menjaga membran nasal tetap lembab, selain itu ingus juga untuk melawan infeksi dan iritasi.

Seperti dikutip dari eHow, Jumat (7/8/2009), ada beberapa hal yang menyebabkan seseorang memiliki ingus berlebih, yaitu:

Infeksi
Ingus yang dihasilkan secara normal dihubungkan dengan kemampuan tubuh untuk melawan infeksi. Ini juga merupakan suatu cara untuk menyingkirkan benda asing yang mungkin bisa menyebabkan infeksi. Tubuh cenderung untuk merangsang produksi ingus dan mempertinggi pertahanan terhadap serangan hebat menular dari benda-benda yang dirasakan asing oleh tubuh.

Iritasi dan polusi
Terkena paparan asap, debu dan gas yang menyengat seperti sulfur dioksida dan nitrogen dioksida menyebabkan ingus menetes secara berlebihan. Ini juga yang mengakibatkan pembengkakan dari saluran nasal dan rhinitis.

Reaksi dari makanan
Mengonsumsi makanan sehari-hari yang terlalu pedas atau menyengat menyebabkan ingus tidak terkontrol. Reaksi terhadap suatu alergi dari makanan tertentu menghasilkan kekakuan nasal dan ingus turun dari hidung ke tenggorokan. Mengonsumsi susu dan produk telur bisa memperburuk gejala alergi makanan tersebut. Mengonsumsi secara terus menerus makanan yang alergi akan memicu produksi ingus berlebih.

Faktor lingkungan
Hidup pada daerah yang kering atau lingkungan yang terlalu dingin, juga bisa memicu produksi ingus yang berlebih. Akibatnya ingus bisa menetap pada tenggorokan yang akan menjadi tempat yang ideal untuk berkembang biak bakteri atau virus patogen.

Kebiasaan tidak sehat
Kebiasaan ini meliputi merokok dan mengonsumsi alkohol. Asap rokok, alkohol dan kafein bisa mengakibatkan iritasi dan peradangan pada membran sehingga meningkatkan pengeluaran ingus.

Sekarang Anda sudah tahu apa yang bisa menyebabkan ingus berlebihan atau kadang tidak terkontrol.

sumber :
...selengkapnya “Dari Mana Munculnya Ingus?”

Siapkah Anda Memiliki Anak Lagi?

Banyak hal yang harus dipikirkan ketika akan memutuskan untuk memiliki anak kembali, salah satunya adalah umur ibu dan anak yang paling kecil. Hal ini mengindikasikan bahwa kemungkinan didapatkan kesehatan yang baik bagi ibu dan bayinya.

Kadang jika memiliki anak dengan jarak yang tidak terlalu jauh, anak yang lebih tua akan merasa cemburu atau merasa kurang diperhatikan karena orang tua lebih memperhatikan anak yang baru lahir dibanding dengan dirinya. Hal ini bisa berdampak terhadap psikologis sang anak nantinya.

Hal yang perlu diperhatikan adalah apakah anak yang paling kecil sudah siap untuk menerima kehadiran seorang bayi di rumahnya. Ini bisa dilihat dari perilakunya saat bermain dengan teman-teman seusianya. Jika sang anak masih tidak mau mengalah atau egoisnya tinggi, menandakan bahwa dirinya belum siap menerima kehadiran seorang adik karena merasa posisinya akan tergantikan dengan adiknya.

Jarak yang paling ideal bagi seorang anak untuk bisa menerima kehadiran seorang adik baginya adalah setelah dirinya mulai masuk ke sekolah taman kanak-kanak atau sekolah dasar.

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan ketika akan memiliki anak lagi, seperti dikutip dari Pregnancy, Senin (10/8/2009):

1. Berapa usia anak yang paling kecil, jika orang tua masih sering terbangun 2-3 kali setiap malam karena bayinya, sebaiknya menunda terlebih dahulu untuk memiliki anak kembali.
2. Berapa banyak perhatian yang dibutuhkan oleh anak yang lainnya. Ini adalah satu hal yang penting untuk dipikirkan jika ingin memiliki anak lagi, jangan sampai dengan adanya anak yang baru lahir maka perhatian terhadap anak yang lainnya menjadi kurang, padahal anak tersebut masih sangat membuthkan perhatian dan kasih sayang orang tuanya.

sumber :
3. Apakah pasangan juga menginginkan memiliki anak kembali. Sebaiknya keinginan untuk memiliki anak lagi berasal dari keduanya bukan hanya salah satu pihak saja yang menginginkannya.
4. Apakah komunikasi antar suami istri sudah solid saat ini. Ada mitos bahwa memiliki anak bisa mempererat hubungan suami istri, hal ini bisa benar tapi bisa juga tidak jika komunikasi antara keduanya belum terjalin dengan baik. Karena ada kemungkinan sulit untuk berkomunikasi saat baru memiliki anak.
5. Apakah situasi keuangan akan baik-baik saja jika memiliki anak kembali. Bukan suatu hal yang tabu bahwa anak banyak mengeluarkan uang. Jika memiliki anak lagi akan menimbulkan masalah pada keuangan, sebaiknya menundanya terlebih dahulu sampai keuangannya stabil.
6. Apa yang dirasakan jika memiliki anak lagi. Jika perasaan yang timbul adalah terlalu gembira atau terlalu takut, hal ini menunjukkan berarti belum siap seutuhnya untuk memiliki anak kembali.


Jika Anda mengalami salah satu dari beberapa hal yang harus dipertimbangkan tersebut, maka sebaiknya menunda terlebih dahulu keinginan untuk memiliki anak kembali. Karena nantinya bisa berdampak pada psikologis anak yang lebih tua maupun dengan anak yang baru lahir.
...selengkapnya “Siapkah Anda Memiliki Anak Lagi?”

Friday, July 17, 2009

Jangan Gemuk, Nak!


Sebagai orangtua sebaiknya kita mewaspadai kegemukan (obesitas) pada anak-anak. Jika pola konsumsi makanan anak tidak dikontrol, saat memasuki usia 30-40 tahun, kemungkinan besar anak-anak tersebut akan menderita penyakit jantung koroner. Selain itu, dengan bentuk tubuhnya biasanya ia merasa rendah diri.

Untuk mencegah anak dari kemungkinan kegemukan, Anda bisa mulai menerapkan pola pengaturan makan dan perubahan gaya hidup sebagai berikut:

1. Jangan memberikan penghargaan ke anak dengan makanan. Makanan di sini maksudnya adalah permen dan snack dapat mendorong anak untuk menyukai permen dan snack, mengingat kandungan gula yang tinggi. Ganti penghargaan untuk sikap baik anak, dengan pujian, hadiah berupa buku atau uang untuk dimasukkan dalam tabungannya.

2. Praktikkan apa yang Anda omongkan. Jika Anda mempraktikkan kebiasaan yang sehat, maka Anda akan jauh lebih mudah untuk meyakinkan si kecil agar melakukan hal yang sehat pula. Lakukan kegiatan-kegiatan yang sehat bersama, seperti naik sepeda, berenang, dan bermain bola. Bukan cuma anak yang sehat, tapi juga seluruh keluarga.

3. Dorong anak Anda untuk melakukan kegiatan fisik yang dia sukai. Ingat, setiap anak itu unik sehingga ada kemungkinan dia harus mencoba berbagai kegiatan fisik untuk menemukan mana yang dia sukai. Hindari memaksakan olahraga yang Anda kehendaki. Jika dia merasa terpaksa, maka dia tidak akan sepenuh hati dalam melakukannya.

4. Batasi pemakaian TV, bermain videogame dan komputer karena akan mengurangi kegiatan fisik mereka. Bila kalori yang masuk melebihi yang dikeluarkan, anak bisa berakibat kegemukan.

5. Sediakan camilan sehat, seperti roti, buah-buahan, atau yoghurt.

6. Jika anak Anda menyukai makanan yang menggemukan, jangan langsung melarangnya. Masukan saja jenis makanan tersebut dalam menu dietnya dengan takaran yang lebih sedikit untuk beberapa minggu.

7. Ketika melihat anak Anda memakan sesuatu yang tidak sehat dan menggemukan, jangan langsung marah-marah. Jika hanya makan sekali-kali, tidak akan membuatnya menjadi gemuk.

8. Kenalkan makanan-makanan sehat pada si kecil. Anak-anak memiliki kemampuan untuk menyerap ide baru dengan cepat, jadi jika Anda mengenalkan makanan sehat kepada dirinya sejak dini maka semakin besar kemungkinan dia akan menyukai makanan sehat

9. Dorong anak untuk minum air putih ketika mereka haus dibandingkan dengan jenis minuman lain.

10. Motivasi mereka untuk melakukan olahraga secara rutin. Anak-anak yang obesitas membutuhkan olahraga setidaknya 30 menit setiap harinya. Bila perlu, masukkan anak dalam klub olahraga.

11. Batasi anak Anda meminum jus. Jus mungkin mengandung beberapa vitamin, tetapi kandungan vitamin alaminya hanya sedikit. Walaupun jus 100 persen lebih baik dari minuman bersoda, tetap saja jus mengandung gula yang tinggi. Batasi hanya 1-2 gelas saja sehari.

12. Pastikan anak tidur cukup. Penelitian memperlihatkan anak yang tidur kurang dari 10 jam lebih beresiko obesitas dibandingkan dengan anak yang tidur lebih dari 12 jam. Kekurangan tidur berakibat kurangnya produksi leptin di dalam tubuh dan naiknya produksi ghrelin. Padahal Leptin berfungsi untuk menstimulasi metabolisme dan mengurangi rasa lapar sedangkan ghrelin menaikkan rasa lapar.

sumber : disini
...selengkapnya “Jangan Gemuk, Nak!”

Tuesday, July 7, 2009

Mengurangi Bau Mulut Pagi Hari


Bagi banyak pasangan, aroma alami tubuh pasangan seringkali membuat rindu, bahkan bisa meningkatkan gairah. Meringkuk di dalam pelukan suami, sambil mencium campuran aroma tubuh dengan parfum pasti menimbulkan perasaan nyaman. Sedangkan aroma alkohol dan rokok yang menyebar saat seorang pria berbicara, kadangkala memberi kesan macho (meski tak semua wanita menyukainya).


Namun saat tubuh kita sedang tidak dalam kondisi prima, misalnya habis menyantap sate kambing lalu pesta durian (dan malamnya lupa gosok gigi), jelas mulut kita akan memancarkan aroma yang sungguh tak sedap di pagi hari. Meskipun Anda dan suami sudah menikah 10 tahun dan saling menerima kekurangan masing-masing, bau mulut saat bangun tidur akan sangat mengganggu. Suami mungkin tidak berkomentar, namun ia mendadak turn off meskipun penampilan Anda sungguh menggoda pagi itu. Beribu pertanyaan berkejaran di kepalanya: Makan apa ya, istriku semalam?

Bau mulut pada pagi hari disebabkan oleh akumulasi mikroorganisme pada lidah, gigi, gusi, dan kerongkongan yang tidak dibersihkan. Mikroorganisme ini diserbu oleh bakteri yang ada dalam protein dan melepaskan produk buangan yang berbau. Proses ini dipercepat selama kita tidur, karena tidak ada air liur baru yang diproduksi.

Mengapa bau mulut terjadi?

Air liur Anda mengalir dengan begitu lambat, bahkan bisa berhenti. Artinya tidak ada penahan bakteri, hanya sedikit oksigen yang masuk, hampir tak ada gerakan lidah. Semua ini menjadi tanda bagi bakteri untuk mulai beternak. Selama tidur malam, Anda memproduksi dua generasi bakteri baru berikut produk buangan mereka yang disebut Volatile Sulphur Compounds.

Lendir di daerah hidung menebal. Ketika hal ini terjadi, lendir dapat menempel dengan kuat ke dinding dalam hidung dan sulit dilepaskan. Lendir hidung ini memiliki kadar protein tinggi, dan menjadi sumber makanan yang sedap bagi bakteri mulut.

Lidah Anda hampir menekuk di belakang kerongkongan. Hal ini membuat permukaan lidah bagian belakang menjelajah dengan mudah. Itu sebabnya mengapa ketika Anda bangun pagi, bau mulut Anda tak cuma busuk atau asam, tetapi juga menampakkan suatu lapisan putih atau kekuningan pada lidah. Warna lapisan ini tergantung pada tingkat kepedasan dan jumlah sulfur yang diproduksi.

Bagaimana mencegah bau mulut di pagi hari?

Yang pasti, Anda menggosok gigi dengan cermat. Usahakan menggosok gigi begitu selesai makan. Usai gosok gigi, jangan minum teh, kopi, atau susu lagi, karena akan menempel pada gigi Anda.

Untuk perokok, minumlah segelas air putih sebelum merokok. Kemudian berkumur dengan air sesudah merokok.

Jika ada sisa makanan yang tidak terangkat oleh sikat gigi, singkirkan dengan dental floss.

Sikat lidah Anda dengan penyikat lidah atau sikat gigi untuk mengusir bakteri dan mempertahankan nafas yang segar.

Pastikan Anda memang makan dengan cukup pada malam hari, dan banyak minum air putih supaya tidak dehidrasi. Perut yang kosong juga membuat mulut berbau pada pagi hari.

Sebelum tidur, bersihkan mulut Anda dengan obat kumur (tentu saja berikut menyikat gigi). Hal ini penting untuk mengurangi jumlah bakteri pada mulut sebelum tidur. Siapa saja yang punya masalah mulut kering atau problem hidung perlu memperhatikan hal ini. Gunakan obat penyemprot hidung dari apotik untuk membersihkan lendir.
...selengkapnya “Mengurangi Bau Mulut Pagi Hari”

Monday, July 6, 2009

Diare setelah Minum Susu, Alergi atau Bukan?


Sebagian orang menolak untuk mengkonsumsi susu sapi karena setelah minum perut menjadi mulas, banyak membuang gas, serta diare. Mereka beranggapan bahwa mereka alergi dengan susu. Benarkah seperti itu?

Alergi atau tidak, hal tersebut dapat ditanyakan lebih lanjut apakah gejala tersebut timbul sejak mereka masih kecil. Apabila ya, maka kemungkinan besar hal tersebut memang alergi. Jika saat kecil mereka masih sering mengkonsumsi susu, maka gejala tersebut bukan gejala alergi. Gejala tersebut merupakan salah satu gejala yang terjadi akibat intoleransi laktosa.

Intoleransi laktosa bukanlah bentuk alergi terhadap laktosa atau susu atau produk-produk olahannya. Intoleransi laktosa merupakan suatu keadaan dimana tubuh tidak dapat mencerna laktosa, bentuk gula yang terdapat dalam susu dan produk-produk olahannya. Ketidakmampuan mencerna laktosa ini disebabkan karena kekurangan enzim laktase pada tubuh. Sedangkan alergi (dalam hal ini pada susu) adalah suatu keadaan dimana ada senyawa kimia dalam susu (biasanya protein) dapat mencetuskan dan mengaktifkan sistem imun pada tubuh. Orang yang alergi pada suatu makanan harus menghindari makanan tersebut, namun orang yang hanya memiliki intoleransi makanan dapat mengkonsumsi makanan tersebut dalam jumlah yang tidak mengakibatkan reaksi apa-apa.

Gejala-gejala intoleransi laktosa timbul setelah 30 menit hingga 2 jam setelah mengkonsumsi susu dan produk olahannya, diantaranya yaitu:
1. perut kembung
2. sering membuang gas
3. kram perut
4. mual
5. mulas
6. diare

Sejalan dengan usia, tubuh manusia makin sedikit memproduksi enzim laktase. Oleh karena itu, sering gejala ini baru timbul pada saat dewasa.

Umumnya, intoleransi laktosa dapat diketahui oleh dokter dengan melihat riwayat kesehatan dari seseorang. Cara yang mudah untuk mengetahui apakah seseorang memiliki intoleransi laktosa adalah dengan menghentikan konsumsi makanan yang mengandung laktosa selama dua minggu untuk melihat apakah gejalanya hilang. Setelah itu, konsumsi kembali makanan tersebut perlahan-lahan. Apabila gejalanya kembali berarti kemungkinan besar seseorang memiliki intoleransi laktosa. Akan tetapi serangkaian pengujian oleh dokter perlu juga dilakukan untuk membuktikan diagnosis tersebut.

Dengan mempertimbangkan kandungan gizi dalam susu yang cukup lengkap, orang dengan intoleransi laktosa sebaiknya tidak menghentikan konsumsi susu sama sekali. Mereka dapat mengkonsumsi produk susu yang rendah laktosa, misalnya yoghurt atau keju. Selain itu, coba juga mengkonsumsi susu bersama dengan makanan padat lain untuk memperlambat waktu cerna sehingga tubuh dapat menyerap laktosa dengan lebih mudah.

sumber : disini
...selengkapnya “Diare setelah Minum Susu, Alergi atau Bukan?”

Ditemukan! Kapsul Herbal Anti Kanker

Guru besar Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Prof Dr Drs Sukardiman, Spt.M.Sc, menciptakan kapsul Androma, yang merupakan obat anti kanker dari bahan herbal (tanaman obat).

"Androma itu perpaduan dari kata-kata Latin untuk sambiloto dan kunyit, karena ekstrak antikanker itu memang saya buat dari sambiloto dan kunyit," kata guru besar Fakultas Farmasi (FF) Unair Surabaya itu.

Dalam konferensi pers menjelang pengukuhan dirinya sebagai guru besar ke-375 di Unair, ia mengaku kapsul anti kanker itu sudah diuji coba pada beberapa hewan uji dengan hasil cukup signifikan, yakni 60 persen mencegah pertumbuhan sel kanker.

"Saya sudah bekerja sama dengan Poli Obat Tradisional RSUD dr Soetomo Surabaya untuk melakukan uji coba pada manusia mulai Juli 2009, kemudian bila hasil uji coba sukses, maka kapsul herbal anti kanker itu akan diproduksi untuk masyarakat umum," katanya.

Menurut dia, bahan baku Androma sesungguhnya ada di halaman rumah, sambiloto dan kunyit, namun orang masih berpikir dua kali, sehingga dirinya berupaya membuat dalam bentuk ekstrak agar orang mudah mengkonsumsi tanpa rasa pahit.

"Kapsul antikanker Androma itu sebenarnya sudah menjadi obat atau OHT (Obat Herbal Terstandar), karena saya membuatnya melalui uji klinis, uji laboratorium, data keamanan, dan prosedur lainnya, namun belum diujicobakan pada manusia," katanya.

Didampingi dua guru besar yang dikukuhkan bersamanya, yakni Prof Dr Agung Pranoto, dr, MKes, Sp.PD, K-EMD, dan Prof Dr Rahmi Jened Parinduri Nasution, SH, MH, ia menegaskan kapsul ciptaannya itu bukan hanya berfungsi obat, tapi juga pencegahan.

"Karena itu, siapa pun dapat mengkonsumsinya, karena itu saya berencana mengembangkan seperti dalam obat China yang memadukan tiga hal yakni obat utama, obat pendukung, dan obat penurun efek samping," katanya.

Sementara itu, Guru Besar Divisi Endokrin Metabolik, Bagian Penyakit Dalam, Fakultas Kedokteran (FK) Unair Surabaya, Prof. Dr. Agung Pranoto, dr, MKes, Sp.PD, K-EMD, mengatakan kehamilan juga dapat menyebabkan diabetes.

"Saat kehamilan, tubuh perempuan justru menghasilkan hormon-hormon yang bersifat kontra insulin. Kekurangan insulin dalam tubuh akan mengakibatkan tingginya kadar gula darah dalam tubuh sehingga dapat memicu diabetes," katanya.

Diabetes saat hamil itu, dapat menimbulkan sejumlah risiko yakni Giant Baby (bayi raksasa) dengan berat di atas empat kilogram, sehingga dapat membahayakan nyawa ibu saat proses kelahiran serta menimbulkan trauma kehamilan.

"Risiko lainnya berupa patah tulang bayi pada kelahiran spontan, atau mengalami kondisi penurunan kadar gula darah secara drastis, sesaat setelah dilahirkan. Itu akibat terpisahnya bayi dari ibu yang sebelumnya selalu memberikan asupan gula dalam jumlah tinggi, sehingga kondisi bayi berpotensi mengalami kerusakan otak," katanya.

Menurut dia, agar terhindar dari penyakit diabetes saat kehamilan, penting bagi setiap calon ibu untuk melakukan deteksi dini dalam mempersiapkan kondisinya sebelum masa-masa kehamilan dan selama kehamilan, tentunya dengan mengatur pola makan.

"Gaya hidup merupakan salah satu penyebab utama yang mempercepat pertambahan penderita diabetes melitus dewasa ini," kata staf Pusat Diabetes dan Nutrisi RSUD Dr Soetomo, FK, Unair itu.

sumber : lihat disini
...selengkapnya “Ditemukan! Kapsul Herbal Anti Kanker”